Bolt Sang Manusia Tercepat di Dunia

Usian Bolt merupakan seorang pelari tercepat yang berasal dari Jamaika. Konon lahir tanggal dua puluh satu Agustus 1986 di Trelawny, Jamaika. Kini usianya sekitar 32 tahun. Dengan catatan waktu 19,19  detik, dan 9,58 detik dan sangat singkat dirinya mampu menempuh rekor jarak 100  dan 200 meter secara kilat. Itu semua dirahnya saat Kejuaraan Atletik Dunia 2009. Luar biasa sekali bukan, jika anda ingin sepertinya maka harus rajin berlarih lari secara rutin.

Di balik kehebatannya sayangnya Bolt mengalami skoliosis, masalah tulang belakang.  Akan tetapi hal ini tidak menjadi masalah ataupun penghalang untuk menjadikannya tetap sebagai pemenang. Karirnya juga semakin tahun bertambah maju, terlebih lagi saat kejuaraan dunia maupun olimpiade.

Bolt Sang Manusia Tercepat

Mayoritas masyarakat menyebut Bolt sebagai manusia tersepat di dunia. Sebab dirinya mampu berlari dengan waktu yang cukup singkat. Contohnya yaitu menempuh seratus meter, dia hanya butuh 9,58 detik agar mencapai tujuan. Berbeda dengan manusia biasa tentu akan lebih lama sampai ke garis finish. Atlit ini mendapatkan julukan pelari paling kilat di dunia. Kemarin saat tanggal enam belas Agustus 2009, mampu meraih juara satu saat perlombaan di Berlin, Jerman.

Jarang dekat seratus meter saja bisa dilalui begitu kilat, terlebih lagi jika menempuh 200 meter ke atas Bolt juga sangat cepat larinya. Catatan berlari dalam pertandingan kemarin membuat dirinya dikenal masyarakat. Mereka pun kagum denganya, jarang ada orang seperti itu. Pasti latihannya begitu tekun , pantang menyerah, dan optimis. Jika anda ingin mendapat prestasi sepertinya, maka berlatihlah yang rajin ya.

Lari Bolt Lebih Cepat dari Kuda Pacu

Kecepatan Bolt dalam berlari bisa diibaratkan seperti larinya seekor Black Caviar. Dimana kuda pacu tentu sangat kencang dalam menempuh jarak, perbedaan detiknya hanya sedikit antar keduanya. Kabarnya prestasi kecepatanya dalam berlari sudah berjalan kurang lebih sepuluh tahunan, sampai sekarang masih menjadi sang juara. Jumlah total mendali yang dia dapatkan sejak tahun 2017, yaitu ada sebelas mendali emas, hasil menang pada ajang kejuaraan dunia atletik.

Bukan hanya itu mendali emas hasil olimpiadenya juga diperoleh Bolt sebanyak delapan. Namun kabarnya atlit hebat ini telah pensiun sejak tahun dua ribu tujuh belas, setelah selesai perlombaan kejuaraan dunia di London. Terakhir kali dirinya hanya mendapatkan mendali perunggu.

Asal Usul Bolt

Perlu anda ketahui bahwa Usian Bolt merupakan anak kandung dari pasangan Jennifer dan Wellesley. Kedua orangtuanya yaitu seorang pengusaha makanan, memiliki toko di area pedesaan Jamaika. Dia mempunyai dua adik, satu perempuan dan satunya lagi laki-laki. Mereka bernama Sherine dan Sadiki. Kehidupan mereka Nampak bahagia di tambah dengan keberhasilannya dalam lomba lari.

Prestasi yang Pernah Diperoleh Bolt

Sudah bukan rahasia lagi, kalau Bolt itu memiliki banyak prestasi. Beberapa kejuaraan yang pernah diraihnya, anatara lai yaitu juara dunia junior baru tahun 2004, dengan membutuhkan waktu Pada tahun 2004 ia menciptakan rekor dunia junior baru pada nomor lari 200 m dengan catatan waktu 19,93 detik.

Bolt meraih medali perak pada Kejuaraan Dunia 2007 di Osaka dalam nomor lari 200 m dengan waktu 19,91 detik, dia sudah mampu menempuk jaral dua ratus meter.Selanjutnya pada tahun 2018 juga berhasil menang Olimpiade Beijing dua ribu delapan belas. Dengan tempo 19,30 detik, dan 9,69 detik, sanggup sampai ke garis finish dengan jarak seratus meter. Pada tanggal 32 Mei tahun yang sama juga mampu mengalahkan lawan dalam Kejuaraan Reebok New York dengan nomer empatkali seratus meter lari estafet.

Kunci Kemenangan Jonatan Christie dalam Menghadapi Lawan

Jonatan Christie merupakan seorang atlit badminton yang masuk dalam enam belas kejuaraan dunia pada tahun 2019 ini. Sekarang dirinya berhasil mendapatkan gelar rengking 4 internasional. Namun dikaui ketika pebulutangis urutan ke dua puluh Jan O Jorgensen, merasa cukup berat lawan mainnya tidak seenteng yang dibayangkan, harus lebih konsentrasi dan siap saat turnamen di lapangan. Walaupun akhirnya dapat menyeimbangkan skor menjadi 2-2 pada babak kedua.

Konon Jan O Jorgensen mampu mengalahkan Tommy Sugiarto tunggal putra Indonesia, dengan perolehan skor 21-11 21-15.  Di samping itu Kwang Hee Heo atlit bulutangkis dari negara Korea juga telah di kalahkan oleh Jonatan Christie. Kejadian tersebut menjadi pertama kalinya dirinya mampu mengalahkan lawan seberat itu. Bukan hanya dirinya, perwakilan tunggal putra adminton yang bernama Anthony Ginting , juga harus masuk dalam pertandingan dalam babak enam belas besar di Sai Praneeth India. Mereka sedang memperiapkan diri untuk penampilan pada pelaksanaan turnamen berikutnya.

Jonatan Christie Bakal Maju Dalam Babak Ketiga Kejuaraan Badminton

Kabarnya pada kejuaraan dunia badminton, Jonatan Christie nantinya bakal maju dalam babak ketiga tahun dua ribu sembilan belas. Sebab pada pertandingan kemarin di Basel Swiss babak kedua, saat tanggal  20 Agustus, dirinya berhasil menang dalam melawan Kwang Hee Heo (tunggal putra Korea). Perolehan skor saat itu adalah 21-17, dan 21-14. Padahal sebelumnya lawanya itu belum pernah terkalahkan, serta terakhir sempat unggul dalam 3 kali turnamen.

Kunci Kemenangan Jonatan Christie

Ketenangan, konsentrasi, dan siap saat berada di lapangan merupakan kunci utama kemenagan Jonatan Christie. Konon ketika turnamen piala Thomas dua ribu delapan belas dirinya baru sembuh, sehingga tubuhnya kurang fit. Namun siapa sangka atlit hebat ini mampu mengalahkan lawanya dengan perolehan skor 0-3.  Peluang dalam bermain selalu digunakannya, terlebih lagi saat lawan merasa tegang itu mempermudah dirinya untuk menang. Walaupun diakui sesekali pernah merasa lengah, hamper tersalib posisinya.

Lawan Jonatan Christie bernama Kwang Hee saat babak pertama pukulannya tidak sampai beberapa kali. Itu terjadi karena kurang kencan, tidak konsentrasi, dan tampak gugup. Akan tetapi dalam babak yang kedua lawanya berusaha menyerang, dan bermainya lebih semangat. Kecepatan dan gaya saat di lapangan pun tampak bagus. Namun dirinya setap tenang dan konsentrasi sehingga mampu mempertahankan skornya.

Pertahanan Jonatan Christie terbilang sangat bagus dalam menghadapi Kwang Hee. Serangan mematikan dari lawan, di siasati dengan strategi dan pukulan yang bagus. Jadi skor selalu dapat dipertahankan, sebab atlit ini selalu memegang kunci utama untuk memperebutkan kemenangan, yaitu dengan sabar, dan konsentrasi penuh.

Jonatan Christie Menghadapi Lawan Berat

Lawan terberat menurut Jonatan Christie adalah Jan O. Jorgensen. Itu diakuinya setelah pertandingan batmindon babak ketiga. Awalnya mereka tampak sama kuatnya, skornya juga seimbang. Namun Jonatan tetap menjadi yang terbaik dalam laga. Adapun selisih nilainya lumayan jauh, sehingga dalam lingkup internasional dirinya menempati rengking ke empat, sedangkan  lawanya hanya di posisi ke dua puluh.

Walaupun demikian Jonatan Christie berusaha menjadi yang paling unggul, tidak pernah meremehkan lawan mainnya. Sebab menyadari bahwa setiap pemain pasti memiliki kelebihan dan keunikan. Maka dari itu harus pintar dalam mengambil strategi , konsentrasi, sabar, dan selalu siap saat bertanding badminton di lapangan. Selain itu juga rajin melakukan latihan pemantapan agar lebih baik dalam pertandingan.

Tunggal Putra Indonesia Meraih Kemenangan Ajang Akita Masters 2019

Tunggal Putra Indonesia bernama Firman Abdul Kholik, berhasil meraih juara dalam ajang Akita Masters 2019.  Waktu pelaksanaannya yaitu pada hari Minggu tanggal 18 Agustus. Dia mewakili nusantara bertanding di Arena Akita, Jepang. Kemenangannya tentu sangat membawa gembira bagi para pendukungnya, sebab level BWF World Tour Super 100 badminton dapat dilalui dengan mudah.

Firman Abdul Kholik menjadi pemain nenempati posisi ke 5 pada pertandingan badminton tersebut. Yonex Akita Masters 2019 kejuaraan badminton telah diraih oleh Tunggal Putra Indonesia, dengan penuh menegangkan terlaksana dalam waktu lima puluh satu menit. Dengan skor 21-10, 21-17 selama dua set tuan rumah Yu Igasari terkalahkan dengan begitu mudah.

Tunggal Putra Indonesia Meraih Satu Gelar Membanggakan

Di hari kemerdekaan Indonesia yang ke tujuh puluh empat ini, Tunggal Putra Indonesia telah memberikan kabar gembira dengan kemenangannya dalam laga badminton yang terlaksana di Arena Akita, Jepang. Firman Abdul Kholik berhasil mendapatkan gelar membanggakan dari Jepang, dan bukan hanya itu ganda putri juga dinantikan kabar baiknya.

Kemenangan Tunggal Putra Indonesia ini menjadi sebuah kado Hut RI yang sangat bagus. Prestasi ini diperoleh Firman Abdul Kholik untuk kedua kalinya, setelah menang saat tahun 2019 ini juga dalam pertandingan badminton Vietnam International Challenge.

Tunggal Putra Indonesia  Sang Juara Akita Master

Gelar Juara Akita Mater 2019 telah diperoleh Tunggal Putra Indonesia  bernama Firman Abdul Kholik.Peristiwa menegangkan saat tanggal 18 Agustus kemarin, dalam melawan wakil tuan rumah Yu Igarasahi telah menghasilkan kabar gembira. Namun sayangnya Putri Syaikah/ Nita Violina Marwah wakil dari sektor ganda putri belum berkesempatan untuk memenangkan pertandingan bulu tangkis. Sehingga tidak jadi membawa dua gelar saat pulang ke Indonesia.

Meskipun ganda putri tidak menang seperti Tunggal Putra Indonesia, namun diakui mereka memang sudah berusaha semaksimal mungkin. Adapun skor rubber set yang diperoleh yaitu 15-21, 17-21, dan 21-14. Anda bisa menonton tayangan video pertandingannya di akun YouTube.

Kesalahan Strategi Bermain yang Dilakukan Tunggal Putra Indonesia

Tunggal Putra Indonesia dalam bermain babak pertama telah kehilangan banyak point, itu disebabkan karena salah dalam melakukan strategi. Sehingga hal tersebut sangat menguntungkan lawan, ketika itu lima pont tertinggal, sehingga lawan lebih unggul 7- 3. Untungnya dengan cepat bisa menyamai kedudukan dengan skor 8-8. Selanjutnya pada akhirnya dapat mengambil alih menjadi 11-8 pada awal perlombaan.

Lalu setelah interval Firman Abdul Kholik dan Igarashi melanjutkan pertandingan dengan santai. Lawan dari Tunggal Putra Indonesia tersebut sempat unggul 3 poin sehingga nilannya tersalib menjadi 11-12. Kemudian untungnya bisa langsung menyamai atau seri. Untungnya pemain Indonesia mampu dengan cepat menyainginya, perolehan skor menjadi 15-13.

Tunggal Putra Indonesia Sangat Optimis Akan Menjadi Juara

Dalam pertandingan ajang Akita Masters 2019, Tunggal Putra Indonesia sangat percaya diri sekali bahwa akan menjadi juara. Semua itu akhirnya terbukti Firman Abdul Kholik mampu mengalahkan Igarashi yang berusia 22 tahun itu, dan memperoleh galar juara. Akhirnya latihan selama ini menghasilkan kabar gembira, bagi pelatih, teman, pendukung dan keluarganya.

Taktik khusus dari Firman Abdul Kholik dalam menghadapi serangan lawan, yaitu berusaha mengontrol permainan dengan kesabaran dan tidak terburu-buru. Selain itu juga Tunggal Putra Indonesia terlihat sangat pandai dalam mengambil peluang saat turnamen. Oleh karena itu predikat juara sangat mudah diraihnya.

Inilah Faktor Penyebab Timnas Indonesia Kalah dalam Perebutan Piala AFF U-18

Dalam perebutan Piala AFF U-18, pada hari Sabtu tanggal 17 Agustus 2019 WIB saat sore timnas Indonesia dikalahkan oleh tim dari Malaysia. Klub garuda merah putih pupus pada babak semifinal yang dilakukan di Stadion Binh Doung, Vietnam. Padahal sampai akhir waktu normal, skornya seri atau seimbang 3-3. Namun karena adanya perpanjangan waktu klub melayu tersebut mampu membobol gawang, dan pada akhirnya mencetak skor 4-3.

Dalam pertandingan perebutan Piala AFF U-18kemarin, tim Indonesia tampak kurang sabar dalam menghadapi lawan. Fakhri Husaini selaku pelatih sepak bola sangat menyayangkan para anak asuhnya, belum bisa menang, ini disebabkan karena dalam bermain kurang konsentrasi sebab waktunya diperpanjang menjadi seratus dua puluh menit.

Berbalas Gol dalam Laga Piala AFF U-18

Dari awal pertandingan laga Piala AFF U-18berjalan sangat seru, terlebih lagi waktu pelaksanaan pertandingan dalam melawan Malaysia bertepatan dengan hari kemerdekaan RI yang ke 74.  Tentu pemain Indonesia lebih semangat dalam mengikutinya, sebab mendapat banyak motivasi dari pelatih dan pendukungnya. Pada babak pertama laga ini kedua tim saling berbalas melakukan gol.

Saat menit ke sembilan belas, Aiman Afif berhasil mencetak gol, lalu disusul oleh Bagus Kahfi. Namun di menit lima puluh empat Luqman Hakim Shamsudin dati klub Malaysia, membalas kekalahannya dengan memasukan bola ke gawang Indonesia. Skor laga Piala AFF U-18seimbang antar keduanya pada menit ke delapan puluh tiga, setelah Fajar Fathur Rachman pemain timnas memasukan bola. Kemudian terjadi unggul lagi selepas Brylian Aldama atlit Garuda Muda mampu mengeggolkan lagi.

Kurang Sabar dalam semifinal Piala AFF U-18

Hasil pertandingan sepak bola pada hari Sabtu tanggal tujug belas Agustus kemarin, yaitu tim Indonesia kalah dalam menghadapi klub Malaysia dalam semifinalPiala AFF U-18. Hal inibukanlah akhir dari segalanya, di lain waktu pasti bisa menang. Para pemain sudah berusaha semaksimal mungkin meskipun belum mampu membawa pulang kemenangan. Mereka juga memohon maaf keada segenap pedukung, karena tidak bisa memberikan kabar gembira di hari kemerdekaan RI yang ke tujuh puluh empat.

Susunan pemain Piala AFF U-18 Indonesia Melawan Malaysia

Adapun susunan nama pemain Piala AFF U-18, dari Timnas Indonesia adalah Bagus Kahfi nomor punggung 20, Ernando Sutaryadi (21), Alfeandra Dewangga (19), Fajar Fathur Rachman (14), Salman Alfarid (15), Beckham Putra Nugraha (7), David Maulana (6), Bayu Fiqri (13), Bagas Kaffa (2), Rendy Juliansyah (10), Brylian Negiehta (18), dan Supriadi (11). Dengan pelatih yang hebat bernama Fakhri Husaini.

Lalu dari tim Malaysia nama pelatihnya adalah Bradley John Maloney. Sedangkan yang bertanding dalam semifinal Piala AFF U-18, ada pemain momor punggung 18 bernama Nasip Mohammad Zain, Sikh Izhan Nazrel (23), Firdaus Ramli (2), Aidil Azuan (12), Nuh Azlan (15), Luqman Hakim (10), Fakrul Iman (13), Haiqal Adam (5), Azam Azmi (6), Aiman Afif (20), Muhammad Umar (16), dan Mukhairi Ajmal (7).

Terjadi Perpanjangan Waktu Pertandingan Piala AFF U-18

Dalam babak semifinal Piala AFF U-18di Stadion Binh Doung, sebenarnya skor antara timnas Indonesia dengan Malaysia sama yaitu 3- 3. Akan tetapi karena seri, diambilah suatu keputusan bahwa aka nada perpanjangan waktu. Sehingga ini dijadikan peluang oleh Harith Haiqal  dari tim lawan utuk mencetak satu gol lagi, dan pada akhirnya garuda muda kalah.

Sehingga nanti pada final Piala AFF U-18 Malaysia akan melawan tim Australia. Hal ini bisa diadikan pelajaran bagi timnas Indonesia, agar kedepannya lebih bagus lagi dalam bertanding. Harus pintar mengatur strategi, dan memanfaatkan waktu yang ada.

Liverpool Berada di Posisi Pertama Pada Klasemen Liga Inggris

Pada Klasemen Liga Inggris yang dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 17 Agustus tahun 2019 Liverpool sementara berada dipuncak setelah mathday dua. Pada awalnya Arsenal saat babak pertama, di pekan kedua mampu menang dengan skor 2 – 1 sampai terkumpul enam point. Penentu kemenangan pada saat itu di klub The Gunners adalah Pierre-Emerick Aubame dan Alexandre Lacazette mereka dapat menjalani kedua laga dengan unggul.

Disamping itu Roberto Firmino, dan Sadio Mane juga mampu membawakan gol kemenangan pada Klasemen Liga Inggris. Akhirnya klub Liverpool juga dapat bersaing hebat menembus kemenangan 2-1 ketika berlaga di markas Southampton. Hal tersebut menjadikannya berhasil menempati puncak kemenangan pada Premier League ini, dengan mencetak enam point.

Liverpool Mencapai Puncak Klasemen Liga Inggris

Sebenarnya dalam Klasemen Liga Inggris antara Arsenal dan Liverpool telah sama mampu mencetak enam point. Namun yang menjadikan klub binaan Juergen Klopp lebih unggul dan menang adalah adanya selisih gol. Degan hitungan skor Liverpool empat kali gol, sedangkan The Gunners hanya dua angka.

Pada hari sabtu tanggal 17 Agustus 2019, Klasemen Liga Inggris di Stadion St Mary’s Liverpool dengan mudah mampu mencetak skor kemenangan 2-1. Puncak kejayaan tim tersebut telah dibawakan oleh Roberto Firmino dan Sadio Mane. Lalu dari pihak Arsenal yang sangat berjasa dalam mendapat gol  yaitu Danny Ings.

Posisi Tim dalam Klasemen Liga Inggris

Suatu kebanggaan bagi pemain Liverpool karena klubnya berhasil menempati posisi teratas pada Klasemen Liga Inggris. Perolehan poinnya mencapai enam angka, hasil bagus ini membuat pendukungnya semakin bangga. Selanjutnya urutan kedua di duduki oleh grup Arsenal atau The Gunners, karena saat  di Stadion Emirates mampu menang melawan tim Burnley. Meskipun sama bisa mendapatkan 6 poin, namun The Reds tetap nomor satu urutannya.

Lalu urutan ketiga dalam Klasemen Liga Inggris diperoleh tim Manchester City, pertahanan pemainnya sangat kuat namun dua klub di atas mampu menyalipnya dengan mudah. Konon Man City mampu bertahan prestasinya unggul sebanyak dua kali, berkat jasa Sergio Aguero dan Raheem Sterling. Akan tetapi pada akhirnya grup Tottenham bisa menyeimbangkan kedudukannya seri dengan skor 2-2 saat bertanding di Stadion Etihad. Lebih parah lagi ada Soton yang hanya dapat berada di posisi ke delapan belas sebab kalah terus.

Arsenal Digeser Oleh Liverpool dalam Klasemen Liga Inggris

Perebutan kemenangan pada Klasemen Liga Inggris menjadikan situasi sangat menegangkan. Terlebih lagi ketika Arsenal atau yang dijuluki sebagai The Gunners, telah mampu menempati puncak unggul beberapa menit dalam pertandingan. Berkat jasa dari Roberto Firmino, dan Sadio Mane karena bisa mencetak gol. Namun tak lama kemudia Liverpool telah berhasil menggeser kedudukan tim tersebut dengan begitu mudah.

Pada akhirnya Liverpool atau biasa disebut dengan The Reds, berhasil merebut rekor kemenangan dalam Klasemen Liga Inggris. Pertandingan seru yang dilakukan di Stadion Stberjalan dengan lancar,menghasilkan skor 2-1.

Posisi Paling Atas dan Terendah dalam Klasemen Liga Inggris,

Pada pelaksanaan Klasemen Liga Inggris ada dua klub sepak bola yang berada dalam posisi paling atas. Keduannya yaitu Arsenal Liverpool dengan perolehan sejumlah enam poin. Sedangkan urutan terendah Premier League ada sebanyak 4 tim, mereka adalah  Southampton, Newcastle United, Watford, dan Aston Villa. Kemudian 2 tim terunggul tadi, nantinya yang akan maju pada pekan kedua dengan 3 pertandingan.